Kamis, 25 Oktober 2018

Search Engine Optimization


SEO yang merupakan singkatan dari Search Engine Optimization atau optimasi mesin pencari adalah sebuah suatu strategi atau serangkaian teknik yang sistematis untuk menempatkan website atau blog berada di halaman utama SERP (Search Engine Result Page) dan potensial sesuai dengan keyword yang ditentukan. Melakukan SEO memerlukan keterampilan dan ketekunan. Selain itu, melakukan SEO juga membutuhkan keterampilan analisis, kompetitif, dan strategis. Hal ini dikarenakan dibutuhkannya analisis untuk meneliti kata kunci atau keyword apa yang akan ditargetkan. Secara teknis, SEO membutuhkan waktu minimal tiga bulan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Tujuan utama melakukan SEO adalah untuk meningkatkan traffic visitor atau kunjungan dengan keyword yang tertarget. Salah satu indikator utama keberhasilan SEO adalah semakin tingginya posisi website atau blog dengan keyword tertentu di search engine. Semakin tinggi posisi website atau blog dengan keyword tertentu di search engine, maka semakin tinggi pula pengunjung atau visitor yang berkunjung ke website atau blog tersebut.
Dalam pengaplikasian SEO dan untuk memahami pengertian SEO, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan:

1.      Kompetisi

Semakin banyak (jumlah) bisnis yang ingin berada di halaman pertama, maka kompetisi semakin tinggi.
Apabila jumlah pencari (Anda bisa research menggunakan keyword planner) semakin banyak, biasanya kompetisi semakin tinggi.
Saat kompetisi di nilai tinggi, maka strategi SEO yang di perlukan semakin kompleks (dan akan membutuhkan keahlian dan biaya yang semakin tinggi)

2.      Website

Website memiliki peranan penting dalam SEO. Dalam pembuatan website, anda perlu membuat website yang Search Engine Friendly (SEF).
Kami sangat memperhatikan hal ini untuk setiap client kami karena kami mengerti betapa penting untuk website dapat dengan mudah di temukan di mesin pencari.

3.      SEO Strategy

Banyak yang bilang kalau mereka mengerti tentang bagaimana mengaplikasikan strategi SEO. Tetapi perlu anda ketahui, banyak yang menggunakan cara-cara illegal untuk membuat tujuan mereka tercapai.
Mereka yang menyalahgunakan pengertian SEO, menggunakan strategi illegal ini di sebut juga dengan Black-Hat-SEO.
Anda HARUS mengaplikasikan White-Hat-SEO. Anda dapat mempelajarinya dari berbagai sumber terpercaya seperti dari Distilled, Moz, dsb, atau menggunakan jasa professional terpercaya.
fyi, White-hat-SEO tidak sulit namun memang membutuhkan waktu yang lebih lama. Namun hasilnya akan lebih baik daripada mereka yang menggunakan Black-Hat atau Gray-Hat di masa depan.

Sumber :

Share:

E-Commerce dan E-Business


Pengertian E-commerce

Saat ini perkembangan bisnis secara global cukup pesat terjadi, hal ini berkaitan dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, khususnya internet. Dari perkembangan internet yang luar biasa, memunculkan system bisnis yang potensial, yaitu E-commerce.
Secara umum Ecommerce adalah sebuah aktifitas bisnis yang dilakukan melalui internet. Bisinis semacam ini menjadi bisnis yang sangat potensial, faktanya saat ini internet sudah menjadi sebuah kebutuhan yang luar biasa diutamakan. Berbagai kegiatan bisa dilakukan melalui internet, dengan adanya internet juga segala sesuatu menjadi lebih mudah dikerjakanm terlebih juga kini akses untuk internetan menjadi semakin cepat.
Berikut ini akan dibahas beberapa jenis e-commerce yang ada:
1.      Business-to-Business (B2B)
E-commerce jenis B2B ini umumnya dimiliki oleh suatu perusahaan, untuk memfasilitasi semua transaksi elektronik barang atau jasa yang dilakukan antar perusahaan, disebut juga online retail. E-commerce B2B menggunakan EDI (Electronic Data Interchange) dan email dalam prosesnya. EDI adalah proses transfer data yang terstruktur, dalam format standar yang disetujui, dari satu sistem komputer ke sistem komputer lainnya dalam bentuk elektronik. Contohnya adalah Bhinneka. Bhinneka adalah sebuah pelopor e-commerce di Indonesia yang menganut konsep bisnis B2B dan B2C, namun saat ini juga mulai merambah ranah marketplace atau C2C.
2.      Business-to-Consumer (B2C)
Jenis e-commerce ini umumnya adalah perusahaan yang berbasis toko online yang memiliki alamat website sendiri untuk memasarkan produk – produk mereka. Barang atau jasa yang ditawarkan berasal dari perusahaan dan langsung disampaikan kepada para pembelinya. Perusahaan berbasis e-commerce B2C ini umumnya sudah cukup besar serta memiliki permodalan dan sumber daya yang cukup besar untuk menjalankan bisnisnya dan mengelola situsnya. Contohnya adalah: Berrybenka, Bhinneka, dan Lazada.

3.      Consumer-to-Consumer (C2C)
Pada jenis e-commerce C2C ini, e-commerce bertindak sebagai platform atau online marketplace seperti halnya ‘pasar’ dalam system jual – beli tradisional. Umumnya, dalam e-commerce C2C para penjual menawarkan produk yang ia jual kepada para calon konsumennya dan jika mereka tertarik, mereka harus mentransfer uang sebagai sarana pembayaran ke rekening bersama (escrow). Contoh e-commerce jenis C2C ini adalah Bukalapak dan Tokopedia.

4.      Consumer-to-Business (C2B)
C2B adalah jenis e-commerce dimana sekelompok besar individu menyediakan layanan jasa atau produk mereka bagi perusahaan yang mencari produk ataupun jasa yang mereka tawarkan tersebut. Contohnnya adalah di website www.istockphoto.com.

5.      Iklan Baris
Pastinya kita sudah sangat tidak asing dengan OLX? Ya, website yang mempertemukan antara penjual dan para calon pembelinya yang sedang mencari barang bekas ini adalah salah satu contoh e-commerce jenis iklan baris yang ada di Indonesia. Disini, mereka menyediakan informasi seperti spesifikasi barang, lokasi, dan kontak dari si penjual yang dapat dihubungi. Contoh iklan baris lainnya adalah website Kaskus.

6.      Online to Offline (O2O)
Jenis e-commerce ini merupakan integrasi dari perbelanjaan online dan offline. Dengan menjual berbagai produk barang dan jasa secara online atau melalui website, produk tersebut dapat diambil oleh konsumen secara offline atau melalui toko fisik. Misalnya saat kita berbelanja melalui www.bhinneka.com, kita dapat mengambil produknya melalui gerai terdekat. Selain itu, beberapa perusahaan seperti Groupon, Uber, dan Airbnb, turut mengaplikasikan e-commerce jenis O2O ini.



Pengertian E-Business

E-business adalah kegiatan transaksi , jual-beli , bisnis yang dilakukan secara otomatis melalui kegiatan elektronik atau menggunakan internet. Dalam hal ini perusahaan dapat berhubungan langsung dengan customernya , rekan bisnis ataupun supplier. E-business juga bisa berupa iklan , mengajak seseorang untuk membeli produk yang dijual dalam bidang usaha anda. Salah satu fungsinya adalah untuk mensupport bagian dari marketing , produksi , accounting , finance dan fungsi perusahaan yang berkaitan dengan kompensasi, perekrutan, manajemen kinerja, pengembangan organisasi, kesehatan, motivasi karyawan, komunikasi, administrasi, serta pelatihan (HRM).

Strategi E-business pada perusahaan

a. ERP (Enterprise Resource Planning)
Merupakan strategi bisnis dari sistem informasi perusahaan yang dapat digunakan untuk berkoordinasi mengenai sumber daya dan informasi yang digunakan untuk proses dalam berbisnis.

b. EAI (Enterprise Application Programs)
Merupakan strategi bisnis menganai konsep integrasi dari proses bisnis yang memungkinkan antar perusahaan dapat bertukar informasi.

c. CRM (Customer Relationship Management)
Merupakan strategi bisnis dari layanan dan perangkat lunak (softwere) yang di desain untuk meningkatkan keuntungan dan kepuasan para konsumen.

d. SCM (Supply Chain Management)
Merupakan strategi manajemen mengenai rantai suplai yang secara otomatis akan terkomputerisasi.


Sumber :


Share:

greenday

BTemplates.com