Sejarah Komputasi Awan
Pada
tahun 50-an, Cloud Computing memiliki konsep yang mendasar. Ketika komputer
mainframe yang tersedia dalam skala yang besar dalam dunia pendidikan dan
perusahaan dapat diakses melalui komputer terminal disebut dengan Terminal
Statis. Terminal tersebut hanya dapat digunakan untuk melakukan komunikasi
tetapi tidak memiliki kapasitas pemrosesan internal. Agar penggunaan mainframe
yang relatif mahal menjadi efisien maka mengembangkan akses fisik komputer dari
pembagian kinerja CPU. Hal ini dapat menghilangkan periode tidak aktif pada
mainframae, memungkinkan untuk kembali pada investasi. Hinga pertengahan tahun
70-an dikenal dengan RJE remote proses Entry Home Job yang berkaitan besar
dengan IBM dan DEC Mainframe.
Tahun
60-an, John McCarthy berpendapat bahwa “Perhitungan suatu hari nanti dapat
diatur sebagai utilitas publik.” Di buku Douglas Parkhill, The Challenge of the
Computer Utility menunjukkan perbandingan idustri listrik dan penggunaan pada
listrik di masyarakat umum dan pemerintahan dalam penyediaan cloud computing.
Ketika Ilmuan Herb Grosch mendalilkan bahwa seluruh dunia akan beroperasi pada
terminal bodah didukung oleh sekitar 15 pusat data yang besar. Karena komputer
ini sangat canggih, banyak perusahaan dan entitas lain menyediakan sendiri
kemampuan komputasi melalui berbagai waktu danbeberapa organisasi, seperti GE
GEISCO, Anak perusahaan IBM Biro Corporation, Tymshare, CSS Nasional, Data
Dial, Bolt, dan Beranek and Newman.
Tahun
90-an, perusahaan telekomunikasi mulai menawarkan VPN layanan jaringan pribadi
dengan kualitas sebanding pelayanannya, tapi dengan biaya yang lebih rendah.
Karena merasa cocok dengan hal tersebut untuk menyeimbangkan penggunaan server,
mereka dapat menggunakan bandwidth jaringan secara keseluruhan. Lalu
menggunakan simbol awan sebagai penunjuk titik demarkasi antara penyedia dan
pengguna yang saling bertanggung jawab. Cloud computing memperluas batas
iniuntuk menutup server serta infrastruktur jaringan.
Sejak
Tahun 2000, Amazon sebagai peran penting dalam semua pengembangan cloud
computing dengan memodernisasi pusat data, seperti jaringan komputer yang
menggunakan sesedikit 10% dari kapasitas mereka pada satu waktu. Setelah
menemukan asitektur awan baru, mengalami peningkatan efisiensi internal sedikit
bergerak capat “Tim Dua-Pizza”(Tim kecil untuk memberi makan dengan dua pizza)
dapat menambahkan fitur baru dengan cepat dan lebih mudah. Kemudian Amazon
mulai mengembangkan produk baru sebagai penyedia cloud computing untuk
pelanggan eksternalm dan meluncurkan Amzaon Web Service (AWS) tahun 2006.
Awal
tahun 2008, Eucalypus menjadi yang pertama open source, AWS API Platform yang
kompatibel menyebarkan awan swasta. Open Nebula ditingkatkan dalam proyek Eropa
Reservoir Komisi yang sudah didanai. Pada tahun yang sama, agar difokuskan pada
penyediaan jaminan kualitas layanan (seperti yang dipersyaratkan oleh aplikasi
interaktif real-time) untuk infrastruktur berbasis cloud dalam rangka IRMOS
Eropa Proyek yang didanai Komisi. Pertengahan 2008, Gartner melihat kesempatan
untuk membentuk hubungan antara konsumen layanan TI, mereka menggunakan layanan
TI dan menjualnya. Dan mengamati bahwa “Organisasi layanan TI yang beralih dari
perangkat keras milik perusahaan dan aset perangkat lunak untuk digunakan
layanan berbasis model sehingga pergeseran diproyeksikan untuk
komputasi.....akan menghasilkan pertumbuhan dramatis dalam produk IT di beberapadaerahdan
pengurangan yang signifikan di daerah lain.”.
Tanggal
1 Maret 2011,IBM mengumumkan SmartCloud kerangka IBM Smarter Planet untuk
mendukung. Di antara berbagai komponen dasar Smarter Computing, cloud computing
adalah bagian yang paling penting
Pengertian Cloud Computing
Cloud computing
adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer dan pengembangan berbasis internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana
awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan
dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud)dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari
infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana
kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan
sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat internet ("di dalam awan") tanpa
mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali
terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. Menurut sebuah makalah tahun
2008 yang dipublikasi IEEE
Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma di
mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer
pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet,
notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain.
Cloud computing adalah
suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas,
dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan
kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring
yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server. Komputasi awan saat ini merupakan trend teknologi
terbaru, dan contoh bentuk pengembangan dari teknologi Cloud Computing ini
adalah iCloud
Perusahaan yang menggunakan cloud computing
Gmail dan Yahoo mail
sebenarnya kita sudah lama menggunakan teknologi cloud
computing, hanya saja kita tidak sadar tentang teknologi tersebut. salah satu
contohnya adalah layanan email seperti Gmail dan Yahoo Mail yang sering kita
gunakan.dengan menggunakan layanan email kita tidak perlu lagi menginstall
software email seperti outlook. kita dapat mengakses email dimana pun kita
berada.
Google Docs dan Office 365
jika dulu untuk membuat dokumen kita harus menggunakan
software word processing seperti Microsoft Office yang harganya lumayan mahal,
kini kita dapat membuat dokumen dengan mudah dan gratis, yaitu dengan
menggunakan Google Docs. Google Docs merupakan layanan cloud computing milik
google yang berfungsi untuk membuat berbagai jenis dokumen. kita dapat
menyimpan dokumen-dokumen kita pada server dan mengaksesnya dimana pun kita
berada.
contoh lain dari layanan seperti ini adalah Office 365
milik Microsoft. aplikasi ini merupakan aplikasi berbayar dengan fitur-fitur
yang sangat membantu bagi para pengusaha. fitur yang tersedia diantaranya
adalah SharePoint Online, Exchange Online, Lync Online dan Office Professional
Plus. Office 365 ini memungkinkan penggunanya untuk bekerjasama dalam mengolah
dokumen, e -mail, konferensi via web, dan berbagi jadwal acara di kalender.
Dropbox dan Ubuntu One
layanan lain yang menerapkan cloud computing adalah
dropbox dan ubuntu one. kedua layanan ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan
file-file yang berada di komputer mereka ke storage dropbox atau ubuntu one
dengan cara sinkronisasi.
dengan begitu ketika terjadi perubahan pada file yang
berada di komputer pengguna, maka file yang berada di storage akan diubah juga.
dengan adanya layanan ini pengguna dapat memback-up data dan juga dapat
mengaksesnya dimanapun mereka berada.
Kelebihan Cloud Computing
Berikut ini adalah beberapa manfaat dan keuntungan
cloud computing baik bagi individu, maupun perusahaan.
Akses Mudah Dimanapun Anda Berada
Kemudahan dalam mengakses data atau aplikasi merupakan
kelebihan utama dari cloud computing. Untuk mengakses aplikasi yang kita
perlukan saat bekerja, kita tidak perlu berada pada suatu computer yg sama
karena aplikasi atau data yang kita butuhkan dapat diakses dimanapun melalui
server.
Efisiensi Biaya
Penggunaan cloud computing akan mengurangi biaya yang
dikeluarkan perusahaan untuk operasional komputer terutama untuk hardware.
Dengan menggunakan cloud computing, perusahaan tidak perlu lagi mengeluarkan
biaya seperti maintenance, biaya listrik (penggunaan listrik semakin
berkurang), dan lain-lain.
Meningkatkan ROI dan Cash Flow
Hal lain yang dapat dipertimbangkan adalah bahwa
dengan cloud kita tidak perlu melakukan investasi atau mengeluarkan capital
expenditure. Perusahaan hanya perlu membayar sewa sesuai pemakaian. Hal ini
berarti mengkonversi capex menjadi opex (operating expenditure). Bagi
perusahaan, model seperti ini cukup menguntungkan karena akan memperbesar ROI
(return on Investment) dan melancarkan cash-flow.
Fleksibilitas dalam Menambah Kapasitas
Dengan cloud kita tidak perlu melakukan proses
pengadaan komputer yang memakan banyak waktu. Cukup dengan melakukan
self-provisioning dalam hitungan menit, kapasitas yang kita butuhkan telah siap
digunakan.
Kemudahan Monitoring dan Manajemen Server
Proses monitoring dan manajemen server akan jauh lebih
mudah karena semua terkoneksi dengan web portal pelanggan. Kita hanya tinggal
melihat dashboard saja untuk mengetahui status global server-server kita. Untuk
membuat, meng-upgrade, dan me-manage server serta menginstalasi software sangat
mudah karena sudah disediakan automation-tools untuk melakukan hal tersebut.
Meningkatkan availability dan ketersediaan data
Sistem cloud pada cloud provider biasanya dibuat
dengan desain high availability. Artinya, sistem tersebut berada pada suatu
data center yang menjamin ketersediaan listriknya, pendingin ruangan, dan
lain-lain yang menjamin fasilitas pendukung bekerja maksimal selama 24 jam
sehari. Selain itu dari sisi perangkat, wajib hukumnya fully redundancy, karena
fitur ini adalah basic-features dari teknologi cloud. Hal ini membuat server
kita menjadi lebih besar availability-nya dibanding jika diletakkan di lokasi
kita sendiri. Selain itu storage system dari cloud umumnya juga di-backup,
sehingga memperbesar peluang data kita tidak hilang jika terjadi crash pada
sistem storage.
Fokus dalam Melakukan Bisnis dan Pengembangan
Perusahaan
Menurut survei, 80% dari waktu pekerjaan perusahaan IT
digunakan untuk kegiatanan operasi dan maintenance. Sisanya, 20% dari total
waktu yang ada digunakan untuk kegiatan pengembangan IT.
Keadaan tersebut tentunya sangat tidak efektif untuk
pengembangan perusahaan karena harus disibukkan dengan maintenance system.
Berbeda halnya jika menggunakan cloud computing, proses maintenance tidak
terlalu banyak dilakukan karena sebagian besar sumber daya berada di cloud.
Selain itu dengan menggunakan cloud, perusahaan dapat lebih fokus pada bisnis
yang dijalankannya, bukan pada pengelolaan dan maintenance IT.
Kekurangan Cloud Computing
Hal yang paling wajib dalam komputasi awan adalah
koneksi internet, internet bisa dibilang jalan satu-satunya jalan menuju
komputasi awan, ketika tidak ada koneksi internet ditempat kita berada maka
jangan harap bisa menggunakan sistem komputasi awan. Hal ini masih menjadi
hambatan khsusnya bagi Indonesia, karena belum semua wilayah di tanah air
terjangkau oleh akses internet, ditambah lagi sekalipun ada koneksinya belum
stabil dan kurang memadai.
Kerahasiaan dan keamanan adalah salah satu hal yang
paling diragukan pada komputasi awan. Dengan menggunakan sistem komputasi awan
berarti kita mempercayakan sepenuhnya atas keamanan dan kerahasiaan data-data
kepada perusahaan penyedia server komputasi awan. Contoh paling sederhana
adalah ketika sobat menyimpan foto-foto sobat di facebook dengan beberapa
konfigurasi privasi yang diberikan kepada kita, maka selebihnya kita
mempercayakan keamanan file-file tersebut kepada facebook. Andaikata foto-foto
tersebut hilang kita tidak bisa menuntut karena kita memanfaatkan jasa trsebut
secara cuma-cuma alias gratis. Saat ini sudah mulai banyak
perusahaan-perusahaan penyedia sewa hosting (server) penyimpanan file semisal
4shared, Indowebster, Ziddu, dan lain-lain, ada yang gratis dan juga yang
berbayar.
Kualitas server komputasi awan adalah salah satu
pertimbangan terpenting sebelum kita memutuskan untuk menyediakan jasa penyedia
server komputasi awan. Bukan tidak mungkin kita akan dirugikan ketik server
tempat dimana kita menyimpan file atau akses program sewaktu-waktu akan down atau
berperforma buruk, alih-alih kita semakin dimudahkan dengan komputasi awan
justru kita malah dirugikan karena kualitas server yang buruk.
sumber : https://naufunoyokishinai.wordpress.com/2016/04/08/penerapan-cloud-computing-pada-perusahaan/
https://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan
Sejarah Komputasi Awan
Pada
tahun 50-an, Cloud Computing memiliki konsep yang mendasar. Ketika komputer
mainframe yang tersedia dalam skala yang besar dalam dunia pendidikan dan
perusahaan dapat diakses melalui komputer terminal disebut dengan Terminal
Statis. Terminal tersebut hanya dapat digunakan untuk melakukan komunikasi
tetapi tidak memiliki kapasitas pemrosesan internal. Agar penggunaan mainframe
yang relatif mahal menjadi efisien maka mengembangkan akses fisik komputer dari
pembagian kinerja CPU. Hal ini dapat menghilangkan periode tidak aktif pada
mainframae, memungkinkan untuk kembali pada investasi. Hinga pertengahan tahun
70-an dikenal dengan RJE remote proses Entry Home Job yang berkaitan besar
dengan IBM dan DEC Mainframe.
Tahun
60-an, John McCarthy berpendapat bahwa “Perhitungan suatu hari nanti dapat
diatur sebagai utilitas publik.” Di buku Douglas Parkhill, The Challenge of the
Computer Utility menunjukkan perbandingan idustri listrik dan penggunaan pada
listrik di masyarakat umum dan pemerintahan dalam penyediaan cloud computing.
Ketika Ilmuan Herb Grosch mendalilkan bahwa seluruh dunia akan beroperasi pada
terminal bodah didukung oleh sekitar 15 pusat data yang besar. Karena komputer
ini sangat canggih, banyak perusahaan dan entitas lain menyediakan sendiri
kemampuan komputasi melalui berbagai waktu danbeberapa organisasi, seperti GE
GEISCO, Anak perusahaan IBM Biro Corporation, Tymshare, CSS Nasional, Data
Dial, Bolt, dan Beranek and Newman.
Tahun
90-an, perusahaan telekomunikasi mulai menawarkan VPN layanan jaringan pribadi
dengan kualitas sebanding pelayanannya, tapi dengan biaya yang lebih rendah.
Karena merasa cocok dengan hal tersebut untuk menyeimbangkan penggunaan server,
mereka dapat menggunakan bandwidth jaringan secara keseluruhan. Lalu
menggunakan simbol awan sebagai penunjuk titik demarkasi antara penyedia dan
pengguna yang saling bertanggung jawab. Cloud computing memperluas batas
iniuntuk menutup server serta infrastruktur jaringan.
Sejak
Tahun 2000, Amazon sebagai peran penting dalam semua pengembangan cloud
computing dengan memodernisasi pusat data, seperti jaringan komputer yang
menggunakan sesedikit 10% dari kapasitas mereka pada satu waktu. Setelah
menemukan asitektur awan baru, mengalami peningkatan efisiensi internal sedikit
bergerak capat “Tim Dua-Pizza”(Tim kecil untuk memberi makan dengan dua pizza)
dapat menambahkan fitur baru dengan cepat dan lebih mudah. Kemudian Amazon
mulai mengembangkan produk baru sebagai penyedia cloud computing untuk
pelanggan eksternalm dan meluncurkan Amzaon Web Service (AWS) tahun 2006.
Awal
tahun 2008, Eucalypus menjadi yang pertama open source, AWS API Platform yang
kompatibel menyebarkan awan swasta. Open Nebula ditingkatkan dalam proyek Eropa
Reservoir Komisi yang sudah didanai. Pada tahun yang sama, agar difokuskan pada
penyediaan jaminan kualitas layanan (seperti yang dipersyaratkan oleh aplikasi
interaktif real-time) untuk infrastruktur berbasis cloud dalam rangka IRMOS
Eropa Proyek yang didanai Komisi. Pertengahan 2008, Gartner melihat kesempatan
untuk membentuk hubungan antara konsumen layanan TI, mereka menggunakan layanan
TI dan menjualnya. Dan mengamati bahwa “Organisasi layanan TI yang beralih dari
perangkat keras milik perusahaan dan aset perangkat lunak untuk digunakan
layanan berbasis model sehingga pergeseran diproyeksikan untuk
komputasi.....akan menghasilkan pertumbuhan dramatis dalam produk IT di beberapadaerahdan
pengurangan yang signifikan di daerah lain.”.
Tanggal
1 Maret 2011,IBM mengumumkan SmartCloud kerangka IBM Smarter Planet untuk
mendukung. Di antara berbagai komponen dasar Smarter Computing, cloud computing
adalah bagian yang paling penting
Pengertian Cloud Computing
Cloud computing
adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer dan pengembangan berbasis internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana
awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan
dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud)dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari
infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana
kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan
sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat internet ("di dalam awan") tanpa
mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali
terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. Menurut sebuah makalah tahun
2008 yang dipublikasi IEEE
Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma di
mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer
pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet,
notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain.
Cloud computing adalah
suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas,
dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan
kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring
yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server. Komputasi awan saat ini merupakan trend teknologi
terbaru, dan contoh bentuk pengembangan dari teknologi Cloud Computing ini
adalah iCloud
Perusahaan yang menggunakan cloud computing
Gmail dan Yahoo mail
sebenarnya kita sudah lama menggunakan teknologi cloud
computing, hanya saja kita tidak sadar tentang teknologi tersebut. salah satu
contohnya adalah layanan email seperti Gmail dan Yahoo Mail yang sering kita
gunakan.dengan menggunakan layanan email kita tidak perlu lagi menginstall
software email seperti outlook. kita dapat mengakses email dimana pun kita
berada.
Google Docs dan Office 365
jika dulu untuk membuat dokumen kita harus menggunakan
software word processing seperti Microsoft Office yang harganya lumayan mahal,
kini kita dapat membuat dokumen dengan mudah dan gratis, yaitu dengan
menggunakan Google Docs. Google Docs merupakan layanan cloud computing milik
google yang berfungsi untuk membuat berbagai jenis dokumen. kita dapat
menyimpan dokumen-dokumen kita pada server dan mengaksesnya dimana pun kita
berada.
contoh lain dari layanan seperti ini adalah Office 365
milik Microsoft. aplikasi ini merupakan aplikasi berbayar dengan fitur-fitur
yang sangat membantu bagi para pengusaha. fitur yang tersedia diantaranya
adalah SharePoint Online, Exchange Online, Lync Online dan Office Professional
Plus. Office 365 ini memungkinkan penggunanya untuk bekerjasama dalam mengolah
dokumen, e -mail, konferensi via web, dan berbagi jadwal acara di kalender.
Dropbox dan Ubuntu One
layanan lain yang menerapkan cloud computing adalah
dropbox dan ubuntu one. kedua layanan ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan
file-file yang berada di komputer mereka ke storage dropbox atau ubuntu one
dengan cara sinkronisasi.
dengan begitu ketika terjadi perubahan pada file yang
berada di komputer pengguna, maka file yang berada di storage akan diubah juga.
dengan adanya layanan ini pengguna dapat memback-up data dan juga dapat
mengaksesnya dimanapun mereka berada.
Kelebihan Cloud Computing
Berikut ini adalah beberapa manfaat dan keuntungan
cloud computing baik bagi individu, maupun perusahaan.
Akses Mudah Dimanapun Anda Berada
Kemudahan dalam mengakses data atau aplikasi merupakan
kelebihan utama dari cloud computing. Untuk mengakses aplikasi yang kita
perlukan saat bekerja, kita tidak perlu berada pada suatu computer yg sama
karena aplikasi atau data yang kita butuhkan dapat diakses dimanapun melalui
server.
Efisiensi Biaya
Penggunaan cloud computing akan mengurangi biaya yang
dikeluarkan perusahaan untuk operasional komputer terutama untuk hardware.
Dengan menggunakan cloud computing, perusahaan tidak perlu lagi mengeluarkan
biaya seperti maintenance, biaya listrik (penggunaan listrik semakin
berkurang), dan lain-lain.
Meningkatkan ROI dan Cash Flow
Hal lain yang dapat dipertimbangkan adalah bahwa
dengan cloud kita tidak perlu melakukan investasi atau mengeluarkan capital
expenditure. Perusahaan hanya perlu membayar sewa sesuai pemakaian. Hal ini
berarti mengkonversi capex menjadi opex (operating expenditure). Bagi
perusahaan, model seperti ini cukup menguntungkan karena akan memperbesar ROI
(return on Investment) dan melancarkan cash-flow.
Fleksibilitas dalam Menambah Kapasitas
Dengan cloud kita tidak perlu melakukan proses
pengadaan komputer yang memakan banyak waktu. Cukup dengan melakukan
self-provisioning dalam hitungan menit, kapasitas yang kita butuhkan telah siap
digunakan.
Kemudahan Monitoring dan Manajemen Server
Proses monitoring dan manajemen server akan jauh lebih
mudah karena semua terkoneksi dengan web portal pelanggan. Kita hanya tinggal
melihat dashboard saja untuk mengetahui status global server-server kita. Untuk
membuat, meng-upgrade, dan me-manage server serta menginstalasi software sangat
mudah karena sudah disediakan automation-tools untuk melakukan hal tersebut.
Meningkatkan availability dan ketersediaan data
Sistem cloud pada cloud provider biasanya dibuat
dengan desain high availability. Artinya, sistem tersebut berada pada suatu
data center yang menjamin ketersediaan listriknya, pendingin ruangan, dan
lain-lain yang menjamin fasilitas pendukung bekerja maksimal selama 24 jam
sehari. Selain itu dari sisi perangkat, wajib hukumnya fully redundancy, karena
fitur ini adalah basic-features dari teknologi cloud. Hal ini membuat server
kita menjadi lebih besar availability-nya dibanding jika diletakkan di lokasi
kita sendiri. Selain itu storage system dari cloud umumnya juga di-backup,
sehingga memperbesar peluang data kita tidak hilang jika terjadi crash pada
sistem storage.
Fokus dalam Melakukan Bisnis dan Pengembangan
Perusahaan
Menurut survei, 80% dari waktu pekerjaan perusahaan IT
digunakan untuk kegiatanan operasi dan maintenance. Sisanya, 20% dari total
waktu yang ada digunakan untuk kegiatan pengembangan IT.
Keadaan tersebut tentunya sangat tidak efektif untuk
pengembangan perusahaan karena harus disibukkan dengan maintenance system.
Berbeda halnya jika menggunakan cloud computing, proses maintenance tidak
terlalu banyak dilakukan karena sebagian besar sumber daya berada di cloud.
Selain itu dengan menggunakan cloud, perusahaan dapat lebih fokus pada bisnis
yang dijalankannya, bukan pada pengelolaan dan maintenance IT.
Kekurangan Cloud Computing
Hal yang paling wajib dalam komputasi awan adalah
koneksi internet, internet bisa dibilang jalan satu-satunya jalan menuju
komputasi awan, ketika tidak ada koneksi internet ditempat kita berada maka
jangan harap bisa menggunakan sistem komputasi awan. Hal ini masih menjadi
hambatan khsusnya bagi Indonesia, karena belum semua wilayah di tanah air
terjangkau oleh akses internet, ditambah lagi sekalipun ada koneksinya belum
stabil dan kurang memadai.
Kerahasiaan dan keamanan adalah salah satu hal yang
paling diragukan pada komputasi awan. Dengan menggunakan sistem komputasi awan
berarti kita mempercayakan sepenuhnya atas keamanan dan kerahasiaan data-data
kepada perusahaan penyedia server komputasi awan. Contoh paling sederhana
adalah ketika sobat menyimpan foto-foto sobat di facebook dengan beberapa
konfigurasi privasi yang diberikan kepada kita, maka selebihnya kita
mempercayakan keamanan file-file tersebut kepada facebook. Andaikata foto-foto
tersebut hilang kita tidak bisa menuntut karena kita memanfaatkan jasa trsebut
secara cuma-cuma alias gratis. Saat ini sudah mulai banyak
perusahaan-perusahaan penyedia sewa hosting (server) penyimpanan file semisal
4shared, Indowebster, Ziddu, dan lain-lain, ada yang gratis dan juga yang
berbayar.
Kualitas server komputasi awan adalah salah satu
pertimbangan terpenting sebelum kita memutuskan untuk menyediakan jasa penyedia
server komputasi awan. Bukan tidak mungkin kita akan dirugikan ketik server
tempat dimana kita menyimpan file atau akses program sewaktu-waktu akan down atau
berperforma buruk, alih-alih kita semakin dimudahkan dengan komputasi awan
justru kita malah dirugikan karena kualitas server yang buruk.
sumber : https://naufunoyokishinai.wordpress.com/2016/04/08/penerapan-cloud-computing-pada-perusahaan/
https://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan






0 komentar:
Posting Komentar